Proyek Well Service April 2026:Exxon Mobil Indonesia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memperpanjang izin operasi perusahaan migas asal Amerika Serikat (AS), ExxonMobil, di Indonesia dengan penambahan investasi USD 10 miliar.
Hal tersebut termasuk dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang disepakati Pemerintah Indonesia dan AS. Perusahaan, melalui ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), merupakan pengelola Blok Cepu, salah satu sumber produksi minyak mentah terbesar di Indonesia selain PT Pertamina (Persero).
Bahlil mengatakan ExxonMobil sudah beroperasi lebih dari 100 tahun di Indonesia. Blok Cepu, kata dia, saat ini menghasilkan lifting minyak mentah kurang lebih 170.000 sampai 185.000 barel per hari (BOPD).
"Kita akan memperpanjang sampai dengan 2055 dengan total investasi kurang lebih menambah USD 10 miliar," ungkap Bahlil saat konferensi pers di AS, dikutip pada Sabtu (21/2).
Meski begitu, Bahlil menyebut masih ada catatan bagi pemerintah untuk mengatur ulang pembagian pendapatan negara dan perusahaan dalam skema cost recovery yang akan rampung dalam waktu dekat.
Sementara itu, SKK Migas menaruh harapan besar terhadap ExxonMobil Cepu Limited (ECML) untuk menggarap 14 sumur idle yang ada di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu. Baru-baru ini inovasi yang dilakukan Exxon sukses mendongkrak produksi blok Cepu dari sumur idle.
Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas, menjelaskan Exxon telah sukses dalam menggarap sumur idle B-05 dengan produksi mencapai 4.500 barel per hari (bph) padahal estimasi awal hanya sekitar 1.000 bph.
Exxon kata Djoko melakukan intervensi technologi yaitu kegiatan Gas Shut-Off (GSO) menggunakan chemical baru, pekerjaan reperforasi setelah pekerjaan GSO, Water Shut-Off (WSO) menggunakan bridge plug, serta stimulasi sumur pada area re-perf dengan pemompaan (LDA).