Pembangunan DATA CENTER terus menanjak tinggi kurun 2025 - 2030, karena semanda yang besar. Maka investor konglomerat dunia dan nasional terus melirik ini semua. Kebutuhan didorong peningkatan mobile game, sosmed dan belanja online, digitalisasi pemerintahan & dunia bisnis, cloud, industry 4.0 dan adanya penerapan AI yang sangat menguras IT.
DATA CENTER ini bukan hanya membutuhkan gedung, yang dilengkapi sistem pendingin ekstra, pengamanan CCTV & acces gate system cable dan support tray, rack, server, software, akses infrastruktur internet, back up power UPS & Genset,
namun juga mendorong kebutuhan listrik skala besar, khususnya prioritas Green Energy. Bayangkan bila konser musik satu stadion GBK itu 120 ribu watt, maka 1 Rack server AI itu konsumsi listriknya bisa 130 ribu Watt.
Gallery Album
Proyek Data Center USD 18 Milyar Sampai 2030
Hendra Suryakusuma (Chairman IDPRO) sharing khusus bersama member TENDER INDONESIA di ajang Energy & Engineering 2025.