LOGIN USER TENDER
 
Thousands of Tender Information
(Members only)
 
User Id :
Password :
Verification :
 
 
 
PROJECT REVIEW LAINNYA :
 
 
PROJECT REVIEW
 
2020-02-01 10:51:33
Bukit Asam Capex Rp 4 Triliun
Berikut adalah sekilas informasi mengenai peluang bisnis/proyek sektor Mining di Bukit Asam Capex Rp 4 Triliun.

Bukit Asam Tbk (PTBA) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 4 triliun pada 2020. Dana ini akan digunakan untuk mendukung produksi dan penjualan batubara tahun depan sebesar 30 juta ton.

Bukit Asam sedang memproses pembangunan dua proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di kawasan Muara Enim dan Halmahera Timur. Kedua proyek tersebut menelan investasi sebesar US$ 2,03 miliar.

PLTU pertama yang sedang dibangun adalah PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 di Muara Enim. PLTU ini dibangun oleh PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) yang merupakan konsorsium Bukit Asam dengan China Huadian Hongkong Company Ltd. Proyek ini menelan investasi sebesar US$ 1,68 miliar yang didanai oleh Exim Bank of China.

Konstruksi PLTU ini telah dimulai sejak Juni 2018 yang memerlukan waktu 42 bulan untuk Unit I dan 45 bulan untuk Unit II. Commercial operation date (COD) ditargetkan pada 2021 untuk Unit I dan untuk unit II pada 2022.

Selain itu, Bukit Asam juga bekerjasama dengan PT Antam Tbk (ANTM) untuk membangun PLTU Feni di Halmahera Timur. Proyek pembangkit listrik ini memiliki kapasitas PLTU 3x60 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) 3x17 MW.

Sejauh ini, pembangkit listrik tersebut sudah selesai menjalani feasibility study. Selanjutnya akan dibentuk joint venture company antara Bukit Asam dengan Antam untuk membangun pembangkit listrik tersebut. Proyek PLTU ini menelan investasi US$ 350 juta yang pendanaannya bisa dari perbankan.

Selain proyek pembangkit listrik, Bukit Asam juga menyiapkan proyek hilirisasi batubara di Peranap. Riau dan Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Bukit Asam menggandeng Pertamina selaku offtaker dimethyl ether (DME) dan Air Products selaku pemilik teknologi gasifikasi batubara untuk proyek hilirisasi di Peranap. Sedangkan untuk proyek hilirisasi di Tanjung Enim, Bukit Asam bekerjasama dengan Pertamina, PT Pupuk Indonesia (Persero) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).

Untuk menunjang angkutan batubara, Bukit Asam mengembangkan proyek angkutan batubara jalur kereta api dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Melalui proyek pengembangan ini, perseroan berharap bisa mengangkut batubara hingga 60 juta ton per tahun pada 2023.

Demikianlah PROJECT REVIEW kali ini, semoga dapat memberikan wawasan informasi peluang bisnis bagi anda. Informasi lengkap terkait tender proyek, daftar pemenang tender, dan daftar proyek yang akan datang dapat dilihat selengkapnya dengan menjadi member di www.tender-indonesia.com


 
All Rights Reserved © Copyright 2012 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com